Prasetya Online

>

Berita UB

Seminar Pembangunan Perikanan

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Mei 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 1485

Pembangunan perikanan di Indonesia perlu sebuah usaha berkelanjutan. Pembangunan sektor perikanan memerlukan berbagai upaya terobosan dan kebijakan yang berpihak kepada industri dalam negeri serta perencanaan strategi yang tepat dengan bertumpu kepada tiga pilar pembangunan nasional. Pertama, pro growth strategy (pertumbuhan ekonomi), pro job strategy (penyerapan tenaga kerja) dan pro poor strategy (pengentasan kemiskinan). Pencapaian ketiga aspek tersebut dapat diwujudkan dengan pengembangan industrilisasi perikanan nasional dari tingkat hulu sampai hilir dan dari skala kecil (rumah tangga) sampai ke skala produksi massal (industri), melalui peningkatan akselerasi pembangunan perikanan, peningkatan intensitas produksi dan peningkatan nilai tambah produk-produk perikanan.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan bersama dengan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan mengadakan seminar nasional bertema ?Pembangunan Perikanan Berkelanjutan (Sustainable Development) Era Liberalisasi Perdagangan.?  Seminar ini dilaksanakan di gedung PPI Unibraw, Senin (14/5). Kholidul Azhar, ketua panitia mengatakan tujuan dari acara ini adalah sebagai titik awal untuk membangun perikanan. Sehingga muatannya dapat lebih baik sesuai dengan tema yaitu pembangunan perikanan berkelanjutan. ?Kita harus mulai memikirkan generasi selanjutnya dengan kata lain sustainable development,? ujarnya.
Prof Dr Ir Sahala Hutabarat MSc
Prof Dr Ir Sahala Hutabarat MSc
Hadir sebagai keynote speaker dalam seminar nasional ini Prof Dr Ir Sahala Hutabarat MSc (mewakili Menteri Perikanan dan Kelautan), Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Eriyanto, Wakil dari DKP Jatim dan Dewan Maritim Jawa Timur H Ukin Lukito.
Prof Dr Ir Sahala Hutabarat MSc, staf ahli Menteri Perikanan dan Kelautan bidang Kebijakan Publik mengatakan, visi pembangunan perikanan adalah pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang lestari dan bertanggung jawab dengan kesatuan suatu kesejahteraan anak bangsa. Menurutnya sumberdaya perikanan merupakan salah satu tumpuan dari menciptakan sumber pertumbungan ekonomi yang baik. Sumberdaya perikanan pun mempunyai keunggulan kompetitif atas dasar keunggulan komparatif. Pembangunan perikanan nasional harus mampu mengintegrasikan kaidah-kaidah pembangunan berkelanjutan yang turut melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian (CCRF).
Pembangunan perikanan nasional, menurut Sahala Hutabarat, mengacu pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Pembangunan yang dimaksud yaitu untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan genarasi mendatang. ?Tantangan saat ini adalah liberalisasi perdagangan,? ungkapnya. Peluang dari liberalisasi perdagangan diantaranya adalah penurunan hambatan tarif dan non tarif serta meningkatkan akses produk domestik pasar internasional. Sedangkan ancaman dari liberalisasi perdagangan adalah penghapusan subsidi dan proteksi sehingga meningkatkan akses produk asing ke dalam negeri. ?Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya kriteria liberalisasi perdagangan,? kata Sahala Hutabarat. Misalnya ketersediaan produk secara teratur dan seimbang, dapat disediakan massal dan mempunyai kualitas yang baik dan seragam. [vty]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID