Prasetya Online

>

Berita UB

Seminar Online Kebidanan: Uji Kompetensi Bidan sebagai Exit Exam

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 22 October 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 3841

Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan video conference kebidanan atau seminar online (webinar), Sabtu (20/10). Acara yang digelar di Lantai enam Gedung FK UB ini merupakan salah satu program Health Professional Education Quality (HPEQ) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Video conference ini mengangkat tema "Uji Kompetensi Bidan sebagai Exit Exam".

Narasumber seminar online ini adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI) Dr. Yetty Leoni Irawan, M. Sc., yang menyampaikan materi "Exit Exam Midwives", dan Anggota Lembaga Pengembangan Uji Kompetensi (LPUK) Ani Kusumastuti yang menyampaikan materi "Mekanisme Pelaksanaan Uji Kompetensi Bidan Indonesia".

Dikatakan Dr. Yetty, dalam Permenkes Nomor 1796 tahun 2011, setiap tenaga kesehatan yang akan menjalankan pekerjaannya wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Untuk memperoleh STR, tenaga kesehatan harus memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi. Ijazah dan sertifikat kompetensi diberikan kepada peserta didik setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi.

Dr. Yetty menjelaskan, metode Uji Kompetensi Bidan Indonesia (UKBI) mengalami perubahan. "Jika dulu UKBI dilakukan setelah wisuda, maka sekarang dilakukan sebelum wisuda, sehingga setelah wisuda lulusan sudah memiliki ijazah dan STR serta siap bekerja," paparnya. "Jadi diharapkan yang belum lulus UKBI akan mendapat bimbingan dari perguruan tinggi agar dapat lulus di UKBI berikutnya sehingga lebih siap terjun ke masyarakat," tambahnya.

Wakil ketua pelaksana Ningrum Paramita Sari mengatakan, acara ini merupakan salah satu rangkaian video conference atau seminar online dalam fase prequel conference sekaligus merupakan tahap uji coba untuk mematangkan persiapan main conference yang akan dilaksanakan 7-8 November 2012 mendatang. "Metode ini pertamakalinya dilakukan, jadi prequel conference ini untuk mempersiapkan terutama dalam hal teknis jaringan dan pembiasaan metode video conference," ujar Ningrum.

Berpusat di UB, video conference ini juga diikuti oleh Universitas Tadulako, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Sumatera Utara (USU), dan Kopertis 11. Selain profesi kebidanan, prequel video conference ini juga akan dilaksanakan oleh enam profesi kesehatan lain di institusi pendidikan masing-masing. Keenam profesi kesehatan tersebut adalah dokter, dokter gigi, farmasi, ners, gizi, dan kesehatan masyarakat. [mita]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID