Prasetya Online

>

Berita UB

SEMINAR NASIONAL : Peningkatan Pendidikan Bidan dalam Menghadapi Tantangan Global

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 08 Desember 2011 | Komentar : 0 | Dilihat : 3610

dari kiri Tri Novi K; J.M. Meta; Rita Rosita dan Yetti Leoni
dari kiri Tri Novi K; J.M. Meta; Rita Rosita dan Yetti Leoni

Selasa (6/12) Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Seminar Nasional bertemakan "Peningkatan Pendidikan Bidan dalam Menghadapi Tantangan Global ". Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya menghadirkan sejumlah pembicara seperti Yetti Leon, MSc dari Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND), dr. Rita Rosita, M.Kes dari FK UB dan J.M. Meta, M.Med dari Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi (JNPK-KR), serta juga Dr. Sally Pairman (Head of School and Group Manager Health and Community Ottago Polytechnic New Zealand).

Menurut Diadjeng Setya Wardhani M.kes yang juga ketua pelaksana seminar, acara ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan serta wawasan yang lebih luas bagi peserta tentang dunia kebidanan. Diharapkan dengan peningkatan pendidikan bidan akan tercipta lulusan bidan yang benar-benar memiliki kompetensi standar yang dipersyaratkan baik nasional maupun global. Adjeng menambahkan bahwa seminar ini tidak hanya diikuti peserta dari UB saja tetapi juga banyak peserta yang hadir dari berbagai instansi dan perguruan tinggi lain dari luar UB. "Seminar kali ini diikuti oleh kurang lebih 520 peserta, mereka umumnya berasal dari berbagai instansi dan perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur" ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Yetti Leon, MSc yang bertindak sebagi pembicara pertama membahas tentang bidan sebagai profesi global. Disebutkan di era kini banyak sekali isu besar yang menjadi hambatan sekaligus tantangan bagi profesi kebidanan di seluruh dunia. Salah satunya adalah tentang sedikit sekali bidan yang sungguh berkualitas. Padahal menurut beliau bidan yang sungguh berkualitas merupakan bagian yang penting sebagai solusi dalam pencapain Millennium Development Goals (MDGs) oleh karena itu mendidik bidan untuk meningkatkan ketrampilan dan kualitas praktek serta pembentukan kelompok kerja kebidanan yang kompeten, terintegrasi dan mudah di akses merupakan sesuatu hal penting yang patut untuk mendapat dukungan. Beliau juga berharap pemerintah juga ikut mendukung profesi kebidanan dengan cara antara lain mengakui kebidanan sebagai suatu profesi yang berbeda dengan pelayanan yang intinya ibu dan bayi, mempromosikan kebidanan sebagai suatu karir yang dibayar sepatutnya serta mengikut sertakan bidan dalam perencanaan kesehatan nasional.

Sedangkan dr. Rita Rosita lebih banyak membahas tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam bidang pendidikan kebidanan. Harapannya dengan adanya KBK untuk pendidikan kebidanan maka akan dapat tercapai apa yang menjadi tujuan dari pendidikan kebidanan yang sesuai dengan standar profesi bidan di Indonesia maupun standar global.

J.M. Meta, M.Med sendiri dalam pemaparannya membahas tentang Clinical Setting. Clinical Setting merupakan bagian dari strategi untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran ketrampilan klinik yang memerlukan pengorganisasian yang akurat, baik dari peserta didik, skilllab, lahan praktik maupun tenaga pengajar klinik. Harapannya dalam dunia pendidikan kebidanan, peserta didik mampu mencapai beberapa kompetensi yang di harapkan agar siap pakai ketika mereka telah menjadi bidan kelak. " Bidan yang berkualitas adalah bidan yang bisa bekerja sesuai dengan keinginan pasien " tambahnya.

Selain mereka bertiga hadir pula Dr. Sally Pairman Head of School and Group Manager Health and Community Ottago Polytechnic New Zealand, yang bertindak sebagai pemateri selanjutnya. (ron)

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID