Prasetya Online

>

Berita UB

Pertumbuhan Pesat, Perusahaan Butuh Banyak Tenaga Kerja

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 22 Februari 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 753

Rektor bersama segenap pimpinan UB mengunjungi stan job fair JPC 2012
Rektor bersama segenap pimpinan UB mengunjungi stan job fair JPC 2012
Job Placement Centre Universitas Brawijaya (JPC-UB) kembali menggelar kegiatan rutin tahunannya, job fair. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (22-23/2) ini dipusatkan di gedung Samantha krida UB. Direktur JPC, Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, MS menyampaikan, tahun ini kegiatan tersebut diikuti 44 perusahaan diantaranya PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk; Adhimix Precast Indonesia; Arthawenasakti Gemilang (Industrial Can Manufacturing); Kalbe Nutritionals; PT. Jatim Auto Comp Indonesia; PT. Gudang Garam, Tbk; PT. Behaestex; PT. Trakindo Utama, dan PT. Nestle Indonesia. "Diantara perusahaan ini ada yang hanya sekedar seleksi administrasi namun ada juga yang langsung masuk tes recruitment seperti psiko tes dan interview", kata Arief. Sebanyak 1600 pelamar telah terjaring pada hari pertama dari target 2500 yang ditetapkan pihak JPC.

Ribuan pelamar mengikuti job fair JPC 2012
Ribuan pelamar mengikuti job fair JPC 2012
"Kami optimis target tersebut akan berhasil diraih", kata dia. Pasalnya, pada job fair kali ini peserta merogoh kocek yang lebih murah dari job fair umumnya. Dengan Rp. 15 ribu saja, mereka sudah bisa melamar secara online ke seluruh perusahaan yang terdaftar. "Perusahaan juga tidak usah meminta lamaran karena semua database pelamar sudah ada secara online", Arief menambahkan.

Diwawancarai PRASETYA Online, perwakilan PT. Gudang Garam, Agnes Dovin Kurnianti menyampaikan sangat diuntungkan ketika mengikuti job fair yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. "Dengan mengikuti job fair kita bisa datang langsung dan mengenal orang-orang yang akan kita recruit", kata Asisten Manager bidang Recruitment dan Training tersebut. Tahun ini Gudang Garam membutuhkan ratusan tenaga untuk memenuhi kebutuhan terutama pada pabrik Gempol yang memiliki banyak mesin baru untuk produksi. "Kami butuh banyak tenaga bidang teknik baik diploma maupun sarjana", katanya. Utamanya adalah teknik mesin, teknik elektro, mekatronika, MIPA Kimia, MIPA matematika dan juga administrasi. Karena itu, Gudang Garam gencar melakukan road show ke berbagai perguruan tinggi seperti ITS, Polinema, Ubaya, UGM, UNS dan Politeknik Bandung.

Tingginya kebutuhan tenaga kerja baru juga dialami PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk . "Karena bisnis Wika berkembang terus, maka kami butuh banyak tenaga kerja", kata Suci Nuzulla, staf recruitment dan penempatan. Recruitment yang dilakukan pihaknya pun menyebar ke berbagai wilayah di luar Jawa. "Perluasan area di luar Jawa kami maksudkan untuk melakukan pendekatan secara kultural demi penetrasi usaha", tambahnya. Pada 2012 ini, sebanyak 200 tenaga kerja dibutuhkan untuk penempatan di seluruh operasi Wika yang kebanyakan berada di pelosok pedalaman. Dengan tantangan kerja seperti itu, maka pelamar laki-laki menurut Suci akan lebih diprioritaskan. Melalui sistem gugur, pelamar akan menjalani tahapan meliputi seleksi administrasi, psikotes, Focussed group Discusson (FGD), interview dan tes kesehatan.

Manfaat mengikuti job fair juga dirasakan PT. Nestle. Head of Section Recruitment perusahaan multinasonal terkemuka ini, Heru Cahyono, menyebutkan bahwa pihaknya perlu melakukan jemput bola daripada sekedar menunggu kandidat karyawan. Melalui job fair, Heru juga menyebut lebih banyak mendapatkan pelamar sesuai kebutuhan yang diinginkan. Tahun 2012 ini, Nestle membutuhkan sekitar 50 tenaga kerja baru meliputi operator dan supervisor. "Kami membutuhkan lebih banyak operator daripada supervisor", katanya. Tenaga operator, menurutnya cukup berasal dari diploma sedangkan supervisor berasal dari program sarjana. Keduanya harus memenuhi karakter khusus yang diminta Nestle yakni mempunyai integritas, bersemangat serta mampu bekerja secara excellent. Tahapan yang dilalui pelamar meliputi tes tulis dan interview untuk operator, sementara untuk supervisor masih harus dilanjutkan dengan interview user yang dilakukan di perusahaan.

Setelah dinyatakan diterima, mereka diharuskan mengikuti induction training selama satu minggu yang merupakan pembekalan materi berupa hygiene, safety dan peraturan perusahaan. Mereka juga masih diwajibkan mengikuti KLO (Key Learning Outcomes) sebelum ditarik oleh user.

Membuka acara, Rektor Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyampaikan bahwa UB selalu berusaha mendekatkan lulusan perguruan tinggi kepada dunia kerja. Diantara melalui perbaikan kurikulum, yang dalam pelaksanaannya membutuhkan pula bantuan pengguna lulusan. "Kampus itu ibarat proses produksi untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, terampil secara akademik dan keahlian non akademik serta sehat jasmani dan rohani", kata Yogi. Input bahan baku yang masuk di UB pun menurutnya sudah bagus dengan angka keketatan 1:8. [nok]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID