Prasetya Online

>

Berita UB

Peresmian GOR PERTAMINA-UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Desember 2009 | Komentar : 0 | Dilihat : 5876

Lapangan Basket di GOR Pertamina-UB
Lapangan Basket di GOR Pertamina-UB
Turnamen Bola Basket SMA
Turnamen Bola Basket SMA
Direktur Keuangan PT. Pertamina (Persero), Ferederick ST Siahaan bersama Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Rabu (2/12) meresmikan Gedung Olahraga (GOR) PERTAMINA-UB. Peresmian GOR dilakukan dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Keuangan Pertamina dan pembukaan tirai logo oleh Rektor. Hadir pada kesempatan itu para pejabat di lingkungan UB, Rektor PTN/PTS se-Malang Raya, Muspida Malang Raya, dan Kepala Sekolah SMA se-Malang. Pada hari yang sama peresmian GOR, dilakukan Turnamen Bola Basket dan Seminar.
Turnamen Bola Basket diikuti oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) se Malang Raya. Sebanyak lebih kurang 31 sekolah turut ambil bagian dalam turnamen yang memperebutkan hadiah uang tunai dan tropi dari Rektor itu. Pembukaan turnamen diawali dengan pelemparan bola basket ke ring oleh Rektor dan Direktur Keuangan Pertamina.

GOR Pertamina-UB
Pembangunan GOR ini menelan dana sekitar Rp 6 Milyar dengan bantuan dari PT Pertamina (Persero). Pemberian bantuan ini merupakan dana hibah Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Pertamina (Persero) dalam meningkatkan kualitas anak bangsa dan kepedulian Pertamina (Persero) kepada dunia olahraga dan pendidikan. Bangunan seluas 1800 meter persegi dengan kapasitas 600 penonton tersebut semula adalah lapangan basket outdoor yang sering dimanfaatkan pelajar maupun mahasiswa untuk turnamen ataupun latihan sehari-hari. Dengan direnovasinya lapangan, para mahasiswa dan pelajar dapat bermain basket indoor lengkap dengan fasilitas lainnya. Fasilitas lain yang juga tersedia adalah digital scorer, ruang ganti pemain, ruang panitia, tribun, kamar mandi, ruang official dan ruang rias. Untuk sementara GOR ini memang diperuntukkan bagi bola basket tetapi tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan untuk kegiatan lain.

Seminar
Sementara itu, seminar yang diselenggarakan menghadirkan pembicara Direktur Keuangan Pertamina (Persero) Ferederick ST Siahaan dengan materi "Kemandirian Energi untuk Kesejahteraan Rakyat". Seminar yang bertema "Menjalin Kemitraan PERTAMINA-UB Menuju World Class Entrepreneurial University" itu berlangsung di Gedung Samantha Krida UB.
Dalam materinya Siahaan menuturkan potensi energi dan sumber daya mineral Indonesia. Disampaikan, untuk jenis energi fosil Indonesia memiliki potensi sebesar 86,9 miliar barel untuk minyak, 384.7 TSCF untuk gas dan 50 miliar ton untuk batubara. Dari jumlah itu Indonesia memiliki cadangan sebesar 4.727 miliar barel untuk minyak, 91.17 TSCF untuk gas dan 5 miliar ton untuk batubara. Saat ini produksi per tahun Indonesia sebesar 500 juta barel untuk minyak, 2.9 TSCF untuk gas dan 160 juta ton untuk batubara.
Wilayah eksplorasi migas Indonesia meliputi 107 wilayah eksplorasi (19 diantaranya dilaporkan menemukan cadangan migas), 16 titik merupakan wilayah cekungan yang sudah berproduksi, 8 titik merupakan cekungan yang telah ditemukan hidrokarbon namun belum berproduksi, 14 titik merupakan wilayah cekungan yang telah di bor namun belum ditemukan hidrokarbon, dan sebanyak 22 titik merupakan cekungan yang belum dieksplorasi.[nok/nun]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID