Prasetya Online

>

Berita UB

Kurikulum Berbasis KKNI Tingkatkan Kualitas Lulusan

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 05 September 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 5569

Prof.Dr.Hendrawan Soetanto
Prof.Dr.Hendrawan Soetanto

Kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) akan meningkatkan kualitas lulusan perguruaan tinggi. Demikian dikatakan oleh Pakar Bidang Pengembangan Pendidikan Universitas Brawijaya, Prof.Dr.Hendrawan Soetanto MRurSc dalam Forum Jurusan Kimia se-Indonesia yang berlangsung pada Rabu (5/9) di gedung Kimia lantai 2.

Lebih lanjut dikatakan oleh Prof.Dr.Hendrawan Soetanto  bahwa dalam kurikulum KKNI memuat kompetensi mata kuliah yang terdiri dari kognitif, psikomotorik, dan afektif atau sikap.

"Selama ini masih banyak mata kuliah yang hanya menggunakan unsur kognitifnya saja, seperti hanya belajar apa itu kimia organik?dan tidak membuktikan bagaimana kimia organik itu,"katanya menjelaskan.

Sebagai akibatnya, banyak lulusan perguruaan tinggi Indonesia yang mempunyai kedudukan yang tidak sama dibandingkan lulusan dari luar negeri.

"Jika dilihat dari mutu Sumber Daya Manusianya, lulusan kita yang bekerja di perusahaan asing dihargai lebih rendah daripada ekspatriat,"katanya.

Prof.Dr.Hendrawan Soetanto menambahkan bahwa hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan sehingga memerlukan sebuah upaya untuk menyetarakan lulusan dalam negeri dengan luar negeri.

Salah satu upaya yang bisa diwujudkan adalah melalui kurikulum berbasis KKNI.

"KKNI merupakan kerangka perjenjangan kualifikasi kerja yang menyandingkan, menyetarakan, mengintegrasikan, sektor pendidikan dan pelatihan serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan jabatan kerja di berbagai sektor,"katanya.

Prof.Dr.Hendrawan Soetanto  mengatakan bahwa latar belakang dibentuknya kurikulum berbasis KKNI dibagi menjadi dua, yaitu secara eksternal dan internal. Secara eksternal meliputi tantangan dan persaingan global serta adanya ratifikasi berbagai konvensi. Sedangkan secara internal meliputi kesenjangan (mutu, jumlah, dan kemampuan), pengangguran, beragam aturan atau kualifikasi, dan beragam pendidikan.

"Dengan disusunnya kurikulum berbasis KKNI ini diharapkan ada penyetaraan kualitas pendidikan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan me-rekonstruksi kurikulum begitu juga dengan metode yang digunakan. Selain itu juga harus ada evaluasi dari penerapanya,"katanya.

Sementara itu, terkait masalah gaji lulusan sesuai dengan tingkat pendidikan, dosen Fakultas Peternakan tersebut mengatakan bahwa untuk standart penentuaan gaji, saat ini sudah ditawarkan oleh Kemendikbud.

"Sudah kita tawarkan, namun untuk keputusan ada pada domain Kementrian tenaga kerja dan transmigrasi (Kemenakertrans),"katanya.

Forum jurusan kimia se-Indonesia merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh jurusan kimia se-Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan untuk merumuskan kurikulum KKNI dan forum silaturahmi jurusan kimia se-Indonesia. [Oky]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID