Prasetya Online

>

Berita UB

Kuliah Tamu Prof Dr Paulus Wirutomo

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 933

Prof. Dr. Paulus Wirutomo
Prof. Dr. Paulus Wirutomo
Program Studi Sosiologi, Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya, Sabtu 10 Juni 2006, menyelenggarakan kuliah tamu, di Gedung RKB. Kuliah tamu ini menampilkan Prof. Dr. Paulus Wirutomo (Ketua Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia). Acara dibuka oleh Ketua Program Ilmu Sosial Prof Dr Ir Darsono Wisadirana MS dan diikuti oleh puluhan mahasiswa. Tema kuliah tamua adalah “Sosiologi dalam Globalisasi”.
Dalam sambutannya, Prof Darsono menuturkan bahwa tujuan diselenggarakannya kuliah tamu adalah untuk membuka wawasan mahasiswa Sosiologi Universitas Brawijaya akan bidang ilmu yang mereka tekuni dan memberikan pengertian kepada mahasiswa mengenai apa saja yang bisa mereka lakukan di masa mendatang dengan ilmu sosiologi. Selain itu juga untuk memberikan pendalaman wawasan sosiologi industri dan sosiologi pembangunan kepada mahasiswa, selain untuk mengetahui di mana letak sosiologi dalam globalisasi.
Kuliah tamu yang diberikan Prof. Dr. Paulus Wirutomo berjalan gayeng. Pada awal kuliahnya, guru besar ilmu sosiologi ini menyatakan bahwa sosiologi merupakan "Queen of The Social Science". Hal ini karena sosiologi merupakan dasar teori yang mempelajari masyarakat. Sosiologi dapat dijadikan bahan prediksi masalah-masalah di masyarakat yang mungkin terjadi di kemudian hari. ”Untuk itu seorang sosiolog harus memikirkan bagaimana memperlakukan masyarakat secara bijak dan harus mampu melihat lebih dalam terhadap kehidupan manusia,” ungkapnya.

Sosiologi Industri dan Sosiologi Pembangunan
Bahasan yang juga diungkapkan oleh Paulus adalah mengenai sosiologi industri dan sosiologi pembangunan. Dikatakan bahwa sosiologi industri muncul ketika terjadi revolusi industri di Eropa. Banyak permasalahan yang muncul seperti tingginya urbanisasi, kemiskinan, tingkat kejahatan, ataupun pengangguran di masa itu. Dengan demikian maka sosiologi industri muncul dan berkembang untuk mengkoreksi keadaan yang dirusak oleh revolusi industri. Paulus menyatakan semakin moderen dan tinggi sektor industri, semakin kecil peran masyarakat di dalamnya.  Beberapa tokoh terkemuka yang muncul ketika revolusi industri di antaranya adalah Karl Marx dan Max Weber dari Jerman.
Mengenai sosiologi pembangunan, Paulus mengungkapkan bahwa sosiologi pembangunan dapat menjelaskan dampak-dampak pembangunan terhadap manusia modern dan apa saja dampak sosial yang terjadi dari pelaksanaan pembangunan.
Dikatakan oleh Paulus saat ini kaum kapitalis dan pemerintah cenderung berkoalisi melakukan pembangunan dan membangun industri tanpa memikirkan nasib manusia dan masyarakat di kemudian hari.

Corporate Social Responsibility
Untuk mengatasi semakin memburuknya kondisi peradaban manusia, terciptalah sebuah filosofi baru yaitu corporate social responsibility (CSR). CSR adalah sebuah filosofi baru dari para pemikir, pemerintah (yang bertaubat) dan kapitalis (yang bertaubat dan ketakutan). Filosofi ini merupakan manifestasi bentuk tanggung jawab corporate (perusahaan) untuk ikut memecahkan persoalan peradaban manusia. Selain itu CSR merupakan pengambilan keputusan yang dikaitkan dengan nilai-nilai etika, memenuhi kaidah-kaidah dan keputusan hukum dan menghargai manusia, masyarakat dan lingkungan. Nantinya, CSR dapat mewujudkan Millenium Development Goals sesuai dengan mandat PBB, bahwa manusia mulai menyadari telah terjadi degradasi peradaban manusia sehingga peran industri lebih memikirkan moral dan etik untuk mengembangkan suatu industri yang sensitif terhadap penderitaan manusia. [nik]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID