Prasetya Online

>

Berita UB

Jadilah Wirausaha Ketika Mahasiswa

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 29 November 2011 | Komentar : 2 | Dilihat : 3538

Rizky Aditya Putra (kiri) dan Ahmad Sutan Sinaro (kanan)
Rizky Aditya Putra (kiri) dan Ahmad Sutan Sinaro (kanan)
Bertempat di Aula Gedung D. FEB UB, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) menyelengagrakan Seminar Nasional bertemakan "Membentuk Pemuda berkarakter Creative Preneur yang tangguh sebagai pondasi perekonomian Indonesia", Minggu (27/11). Menghadirkan Wirausaha Muda lulusan FEB UB Rizky Aditya Putra Pemilik Indonesia Hero Clothing dan Ahmad Sutan Sinaro, S.Psi (Kontraktor Perumahan Sehat Sederhana (RSH)).Ketua Pelaksana, Rendra Hermawan menyampaikan kepada PRASETYA Online acara seminar ini merupakan rangkaian kegiatan Inaugurasi BEM FEB yang panitianya berasal dai mahasiswa baru. "Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa tentang dunia wirausaha," tutur mahasiswa Ilmu Ekonomi 2011 ini.

Rizky menyampaikan tentang pentingnya mahasiswa untuk berwirausaha, ada  dua modal utama untuk menjadi seorang wirausaha muda yaitu Iqra dan Action. Iqra menurutnya adalah membaca peluang yang ada, sedangkan action adalah tindakan.

"Setelah melihat peluang usaha segera realisasikan," ungkapnya.

Sedangkan Ahmad menyampaikan mahasiswa adalah masa yang tepat untuk menjadi seorang wirausaha. Karena ketika masuk ke dalam dunia bisnis, mahasiswa tidak dianggap sebagai kompetitor. Ini merupakan peluang yang besar. "Sayangnya, masih banyak mahasiswa menganggap menjadi wirausaha disaat kuliah belum tepat waktunya. Padahal ini penting sebagai bekal setelah lulus nanti." paparnya.

Lebih lanjut Ahmad memaparkan keuntungan menjadi wirausaha disaat masih menjadi mahasiswa adalah tidak menganggur setelah selesai kuliah dan tidak terbebani mental saat orang tua atau teman menanyakan  status kerja diamana.

Ahmad memberikan dua tips agar bisa menjadi wirausaha yang sukses yaitu selalu bekerja dengan jujur dan menjaga kepercayaan orang lain. Hal ini telah dilakukannya semenjak masa kuliah. Ahmad menceritakan ketika kuliah dulu ia mengembalikan uang sisa foto copy Rp 500. Walaupun nilainya kecil tapi menurut Ahmad itu tetap harus dilaporkan. "Hal sekecil itu ternyata membekas dalam ingatan sahabat saya dan menjadi Investor pertama kali dalam usaha saya," ungkapnya.

Ahmad yang sudah menekuni dunia kontraktor semasa kuliah ini lebih memilih mendapatkan investasi seminimal mungkin. " Dengan sistem seperti ini bisa mengurangi resiko dan apabila ada proyek lagi bisa lebih mudah menghubungi investor," pungkasnya. Acara dititup dengan pemberian motivasi training oleh Maslucha dari Inspiera.[arr]

 

Artikel terkait

Komentar

Dikirim oleh putri pada 27 Februari 2012.

kuliah dimana?

Dikirim oleh lika pada 07 Juni 2012.

kapan ya aku bisa seperti itu, action apa yang harus aku mulai

Kirim komentar Anda

Gunakan ID