Dosen FIA UB menjadi Ketua AIABI periode 2012-2015

Dikirim oleh humas3 pada 04 Desember 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 1768

Dr. Kusdi Rahardjo, DEA
Dr. Kusdi Rahardjo, DEA
Dosen Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (FIA UB), Dr. Kusdi Rahardjo, DEA terpilih sebagai Ketua Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI) periode 2012-2015. Pemilihan ini dilaksanakan dalam rangkaian acara Seminar Nasional dan Kongres AIABI ke III pada Kamis dan Jumat (28-29/11) lalu di Hotel Topaz dan Instut Manajemen Telkom, Bandung. Pemilihan ini otomatis menjadikan Jurusan Administrasi Bisnis, FIA UB, sebagai center of excellence Ilmu Administrasi Bisnis di Indonesia.

Kongres ini diikuti oleh empat puluh lima institusi pendidikan, terdiri atas sebelas universitas negeri dan institut, serta tiga puluh empat politeknik dan perguruan tinggi swasta. Hasil kongres ini disosialisasikan kepada dosen Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, FIA UB, pada Selasa (4/12) bertempat di ruang rapat Gedung B, FIA UB. Kegiatan sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Dr. Djamhur Hamid, Msi.

Hasil kongres dan seminar yang diadakan selama dua hari tersebut antara lain implementasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang dirumuskan oleh asosiasi dan telah disetujui oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. "Untuk menerapkan KKNI, masih banyak hal yang kita butuhkan karena ada beberapa mata kuliah baru dalam kurikulum yang dirumuskan oleh asosiasi, antara lain Filsafat Bisnis dan Model Bisnis", terang Kusdi. KKNI yang menjadi percontohan adalah Administrasi Bisnis, Kimia, Arsitek, Kesejahteraan Sosial dan Seni.

Selain itu juga mengenai publikasi dan jurnal, yang rencananya akan diwujudkan pada tahun pertama kepengurusannya di AIABI. Jurnal ini, menurut Kusdi, akan ada kolaborasi dari AIABI dan Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FIA UB. "Model seperti ini, menurut DIKTI, memiliki bobot lebih tinggi dibanding jurnal terbitan jurusan atau fakultas", paparnya.

Yang ketiga, AIABI akan merencanakan kuliah umum yang diberikan oleh Robert Kaplan bekerja sama dengan Sekretariat Wakil Presiden. Kuliah umum ini, menurut Kusdi, sedianya akan dilaksanakan di Jakarta. Keempat, AIABI memperoleh tawaran dari PT Telkom untuk proyek implementasi kosep Triple Helic+ yang di fokuskan di beberapa daerah seperti Aceh, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Komponen dalam konsep Triple Helic + antara lain Pemerintah, Pendidikan dan Kalangan Bisnis serta Masyarakat. "PT Telkom juga bersedia menyediakan infrastruktur untuk implementasi konsep ini", tambahnya.

Program kerja selama Kusdi menjabat sebagai Ketua AIABI antara lain selain pelaksanaan dan pengawasan KKNI, juga mempersiapkan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) untuk program studi Administrasi Bisnis. Ia juga akan menerapkan konsep Triple Helic+ di daerah yang sedang bergolak, seperti Nusa Tenggara Timur, Aceh dan Papua.

Ia berharap, dalam kepengurusannya ini, AIABI mampu menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan ilmu administrasi bisnis dan meningkatkan kualitas alumni agar dapat bersaing secara global. Ia juga berharap AIABI bisa menjadi mitra asosiasi serupa dari luar negeri untuk standarisasi kompetensi lulusan. "Semoga AIABI juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan bangsa dan negara", pungkasnya.

AIABI adalah asosiasi nirlaba yang bergerak di bidang pengembangan Ilmu Administrasi Bisnis di Indonesia. Asosiasi ini terdiri atas akademisi, masyarakat profesi serta pengguna lulusan Ilmu Administrasi Bisnis. [vicky]

 

Artikel terkait