Prasetya Online

>

Berita UB

Darmin Nasution: "Ekonomi Digital Untuk Mendukung Kewirausahaan"

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 11 Januari 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 885

Dr. Darmin Nasution
Dr. Darmin Nasution
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Dr. Darmin Nasution menyampaikan, "Dunia, termasuk Indonesia, tengah memasuki era ekonomi digital, yaitu berkembangnya teknologi informasi sebagai pendukung kegiatan ekonomi". Hal ini disampaikannya di hadapan ribuan sivitas akademika Universitas Brawijaya (UB), Kamis (5/1/2016), pada rapat terbuka Senat memperingati Dies Natalies UB ke-54. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul "Ekonomi Digital Untuk Mendukung Kewirausahaan".

Strategi Indonesia dalam pembangunan ekonomi digital menurut Darmin dipahami sebagai pembangunan ekonomi Indonesia di era digital. Karena itu, pembangunan dilakukan secara menyeluruh/ekosistem dan inklusif, melibatkan semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat dimana digital sebagai platform memungkinkan penciptaan nilai tambah. "Untuk itu perlu penyesuaian berbagai kebijakan untuk memanfaatkan digital secara maksimal," kata dia.

Pada tahun 2020, pemerintah Indonesia memiliki target untuk menempatkan Indonesia sebagai negara digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Pada waktu itu akan tercipta 1.000 digital start-up dengan valuasi bisnis sebesar USD 10 M, pertumbuhan e-commerce mencapai 50% per tahun dan transaksi e-commerce mencapai USD 130 M. Fokus pengembangan ekonomi digital Indonesia akan berbasis pada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) serta start-up

Diantara strategi pengembangan ekonomi digital Indonesia adalah mendorong perluasan dan peningkatan kegiatan ekonomi secara efisien dan terkoneksi secara global. Selain itu, dilakukan pula upaya untuk mendorong kreasi, inovasi dan invensi kegiatan inovasi baru di kalangan generasi muda. Lebih jauh, pemerintah juga berupaya untuk memberikan kepastian dan kemudahan berusaha dalam pemanfaatan e-Commerce.  

Transaksi berbasis digital, menurut Darmin harus dapat dimanfaatkan untuk menjadi alat pemerataan pertumbuhan ekonomi. Gerakan inklusif transaksi digital merupakan upaya pemberdayaan kekuatan ekonomi digital Indonesia. Pada Januari 2016, tercatat penetrasi seluler Indonesia mencapai 315 juta, 126% dari total jumlah penduduk. Dari jumlah tersebut, 51.8 persen diantaranya merupakan pengguna internet aktif.

Pada 2015 jumlah UMKM Indonesia tercatat mencapai 59.3 juta unit dengan kontribusi sebesar 57.6% dari total Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Dibanding model konvensional, e-commerce memiliki beberapa keuntungan bagi konsumen seperti akses cepat dimana saja dan kapan saja, banyak pilihan serta bisa melakukan perbandingan harga dengan cepat. Sementara bagi pedagang, e-commerce bias membuat rantai perdagangan lebih efisien, pemasaran dan promosi produk lebih rendah, ekspansi pasar serta biaya transaksi lebih rendah. Dukungan pemerintah yang diberikan kepada pelaku usaha diantaranya dalam bentuk infrastruktur berupa satu juta domain .id dan science technopark serta agregator/konsolidator dalam distribusi.

Setidaknya terdapat lima siklus dalam bisnis start-up yakni idea, seed, early, mid dan late. "90% start-up kita mengalami kegagalan di siklus idea dan seed. Karena itu, dua fase ini menjadi target pendanaan," kata Darmin. Pada dua tahap ini, investor swasta tidak mau masuk karena masih belum terlihat bentuknya dan masih bersifat ide, sehingga terlalu beresiko dan akan memberi resiko gagal bayar yang tinggi.

Prinsip peta jalan e-commerce, disampaikan Darmin meliputi keterbukaan bagi semua pihak, kepastian dan perlindungan hukum, peningkatan keahlian SDM pelaku e-commerce serta pengutamaan dan perlindungan terhadap kepentingan nasional, UMKM, dan start-up.

Lebih jauh, dalam paparannya Darmin memberikan rincian rancangan Peraturan Presiden (RPERPRES) tentang e-Commerce yang memuat hal-hal diantaranya perlindungan konsumen, pembentukan manajemen pelaksana, pendidikan dan pengembangan SDM, infrastruktur komunikasi, logistik, dan keamanan siber. [Denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID