Prasetya Online

>

Berita UB

Biomassa, Potensi yang Belum Terangkat di Indonesia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 23 Desember 2011 | Komentar : 0 | Dilihat : 1349

Biomass Indonesia yang begitu potensial tidak diincar negara lain. Diantara penyebabnya, urgensi pemanfaatan energi biomassa di tanah air terkait dengan ketahanan nasional dan sektor pertanian. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Jawa, Prof. Dr. Ir. Bambang Prastowo, saat menyampaikan materi kuliah tamu di Jurusan Keteknikan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Selasa (13/12). Menurutnya, penggunaan biomassa sebagai sumber energy terbarukan merupakan jalan keluar dari ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara.

Dalam sektor energi, biomassa yang merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar. Sumber energi biomassa ini, dapat diperoleh dari plant biomass seperti tanaman, sawit, rumput; residual biomass seperti limbah gergajian dan ranting serta solid waste atau material sampah perkotaan.

Dipaparkannya, beberapa negara maju seperti Jepang, Swedia, Korea, telah banyak melakukan strategi pengembangan energi biomassa. Misalnya, ia mencontohkan, Jepang telah melakukan riset tentang tanaman padi selain agar mampu memproduksi recycling nutrient agar lebih dapat mengembangkan komoditi biomassa serta teknologi proses produksi biomassa. Selain itu, Jepang juga aktif melakukan kerjasama penelitian dengan negara-negara Asia Tenggara dalam pengembangan desa atau kota biomassa.

Indonesia sendiri, ia melanjutkan, juga merupakan salah satu negara berpotensi besar sebagai produsen biomassa. Proyeksi kapasitas biomassa yang dihasilkan hingga mencapai 49.81 GW. Akan tetapi, disayangkannya, upaya pengembangan biomass di Indonesia belum optimal dilakukan. Apalagi tambahnya, ada indikasi biomassa produksi Indonesia justru lebih banyak dilarikan ke negara lain seperti Swedia, Denmark dan Uni Eropa. [Rdy/nok]

 

 

 

 

 


Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID