Prasetya Online

>

Berita UB

Andy Soegianto: Membentuk Ubi Jalar Tahan Hama Boleng

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Agustus 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 1556

Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Pertanian Kekhususan Pemuliaan Tanaman, Senin (6/8), menyelenggarakan ujian terbuka disertasi Ir Andy Soegianto CESA, di lantai III Gedung E Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Disertasi tersebut berjudul ?Resistensi terhadap Hama Boleng (Cylas formicarius Fab.) dan Pewarisannya pada Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.(Lam))?. Bertindak sebagai promotor adalah Prof Dr Ir Nur Basuki, ko-promotor Dr Ir Gatot Mudjiono dan Prof Ir Harijono MAppSc PhD, sementara dosen penguji terdiri dari Dr Ir M Yusuf MSc, Dr Ir Toto Himawan MS, dan Prof Dr Ir Gatot Kartono MS.
Andi Sugiarto
Andi Sugiarto
Dalam sidang ujian yang dipimpin Dekan Prof Ir Sumeru Ashari MAgrSc PhD, Andy Soegianto mengatakan, hama boleng merupakan hama utama tanaman ubi jalar. Resistensi terhadap hama yang mampu merusak hingga lebih dari 90 persen per tanaman ini, menjadi salah satu faktor utama dalam perbaikan kualitas umbi. Pengendalian secara kimiawi ataupun budidaya, menurut Andy, menjadi sangat terlambat, apabila kumbang telah menjadi larva. Hal itu dikarenakan hama ini menyerang daun, batang dan umbi.
Melalui empat tahap penelitian, Andy menguji resistensi ubi jalar terhadap hama boleng dan pewarisannya. Percobaan pertama merupakan seleksi klon-klon ubi jalar untuk sifat resisten terhadap hama boleng terhadap dua klon tetua (TBUB?1, TBUB-2) dan lima klon dengan daya hasil tinggi (Klon 73-6/2; D67; JP1-33; varietas Boko; dan varietas Beni azuma).
Uji resistensi pada kondisi lingkungan cekaman air dilakukan dengan mengamati beberapa peubah di antaranya panjang batang, diameter umbi, panjang umbi, jumlah populasi kumbang (Cylas). Percobaan ketiga dengan melakukan persilangan untuk menggabungkan sifat resisten dengan potensi hasil tinggi dan diamati dengan beberapa peubah yaitu presentase buah yang terbentuk dan jumlah biji. Percobaan terakhir merupakan tindakan evaluasi sifat resisten ubi jalar terhadap hama Boleng dengan merendam benih dalam larutan asam sulfat pekat (95%) selama sepuluh menit. Kemudian dicuci untuk mengamati jaringan kecambah yang bakal tumbuh saat disemaikan. Tingkat resistensi dikategorikan Kebal (I) adalah tidak ada kerusakan kepada umbi, Sangat Resisten (HR) adalah 1-10 % kerusakan umbi, Resisten (R) adalah 11-20 % kerusakan umbi, Moderat (MR) adalah 21-30 % kerusakan umbi, Rentan (S) adalah 31-60 % kerusakan umbi, Sangat Rentan (HS) adalah > 60 % kerusakan umbi.
Dari hasil penelitian tahap pertama diperoleh dua klon tetua ubi jalar dengan tingkat resistensi sangat tinggi, disebabkan oleh senyawa allelokimiawi yang telah terdapat pada tanaman inang. Sementara itu percobaan kedua menunjukkan, lamanya pemberian air berpengaruh nyata terhadap berat umbi, jumlah cabang, dan jumlah imago. Sedangkan percobaan tahap III menunjukkan, hasil persilangan memberikan kriteria persilangan yang kompatibel yaitu terbentuknya 3668 kapsul (72,38%), serta menghasilkan 6506 biji, namun hanya berkecambah sebanyak 2568. Dan hasil percobaan keempat menunjukkan, sifat resisten tidak dipengaruhi oleh induk betina. Berdasarkan temuan itu diketahuhi bahwa sifat resisten dikendalikan oleh dua gen resesif yang terdapat dengan mekanisme resistensi, bersifat antixenosis, serta diperoleh klon-klon dengan daya hasil tinggi dan resisten terhadap hama boleng. Untuk itu Andy merekomendasikan agar dalam menanam klon ubi jalar yang rentan sebagai tanaman pinggir yang mengelilingi tanaman ubi jalar yang dibudidayakan. Tanaman pinggir itu menurut Andy, berfungsi sebagai tanaman perangkap hama boleng.
Ir Andy Soegianto CESA, pria 51 tahun kelahiran Probolinggo 19/02/1956. Suami Ir Suslam Pratamaningtyas dan ayah lima orang anak itu menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (1981) dan program S2 di ENSA de Rennes, Prancis (1991). Menjadi tenaga pengajar pada Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya sejak 1982. Jabatan akademik terakhir lektor (golongan III/d). [sel/hel]

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID