Prasetya Online

>

Berita UB

32 Dosen UB Diberangkatkan Ke Australia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 07 September 2012 | Komentar : 1 | Dilihat : 2563

32 Dosen UB Homestay ke Australia
32 Dosen UB Homestay ke Australia

Sebanyak 32 dosen dari seluruh fakultas di Universitas Brawijaya diberangkatkan rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito ke Australia pada Jumat (7/9) di depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya.

32 dosen yang diberangkatkan ke Australia tersebut dalam rangka kegiatan Homestay "English for University Teaching Program Univ.Brawijaya-IELI, Flinder University".

Staff regional Australia International Office UB, Prof. Loekito Soehono mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris bagi para dosen dan supaya mampu membuat jurnal internasional.

"Kegiatan homestay ke Australia bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris supaya bisa mengajar di kelas internasional, selain itu agar mampu membuat jurnal internasional,"katanya.

Prof.Loekito Soehono menambahkan bahwa Australia dipilih sebagai negara homestay karena merupakan negara barat yang paling dekat wilayahnya dengan Indonesia.

"Selain ke Australia, kita juga pernah mengadakan kegiatan homestay ke New Zealand,"katanya.

Salah satu alumnus kegiatan homestay yang juga dosen FMIPA Biologi, DR Ir. Estri Laras Arumingtyas MScSt mengaku bahwa hasil yang telah didapatnya dari mengikuti kegiatan tersebut adalah berupa jurnal internasional yang saat ini telah terbit.

"Saat ini saya telah menerbitkan dua jurnal internasional dan tiga jurnal internasional yang lain masih dalam proses. Selain itu, tingkat kepercayaan diri saya juga semakin tinggi terutama pada saat berkomunikasi menggunakan bahasa inggris,"katanya.

DR Ir. Estri Laras Arumingtyas MScSt mengatakan bahwa selama berada Australia para peserta akan diajari tentang berbicara, menulis, berkomunikasi dalam bidang akademik, tata bahasa, dan pengucapan.

Dia juga berpesan selama mengikuti kegiatan tersebut, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh para peserta sebelum keberangkatan, yaitu persiapan mental, bahan-bahan atau materi untuk mengajar, publikasi, dan seminar.

"Selain itu, juga harus mempersiapkan culture. Karena tentu budaya kita berbeda dengan mereka yang senang dengan keterbukaan,"katanya.

Kegiatan homestay para dosen di Australia akan berakhir pada bulan November nanti. Masih sama seperti tahun lalu, selama 10 minggu di Australia, mereka akan mengasah kemampuan dalam berbahasa Inggris di Flinders University.

Dalam mengikuti kegiatan tersebut ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti harus sudah menempuh gelar doktor dan selain itu juga belum pernah menempuh pendidikan S2 atau S3 di perguruaan tinggi yang menggunakan bahasa Inggris.

Salah satu peserta, DR.Ir. Sudarto, MS berharap dengan mengikuti kegiatan homestay di Australia, kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya bisa meningkat terutama dalam membuat jurnal internasional.

"Semoga setelah kembali dari Australia saya bisa segera menerbitkan jurnal internasional,"katanya berharap. [Oky]

Artikel terkait

Komentar

Dikirim oleh anton pada 11 September 2012.

hehe, mesem2 saya membaca paragraph terakhir, ketahuan kalau beberapa dosen dgn gelar Doktor di UB belum pernah nerbitin jurnal internasional. Ampun deh...

Kirim komentar Anda

Gunakan ID