Prasetya Online

>

Berita UB

Sumbangsih UB untuk Indonesia dalam Simposium Pembgangunan Berkelanjutan

Dikirim oleh vicky.nurw pada 12 Februari 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 190

Simposium Pembangunan Berkelanjutan
Simposium Pembangunan Berkelanjutan
Salah satu rangkaian  kegiatan ilmiah dalam rangka Dies Natalis Universitas Brawijaya ke -53 adalah Simposium Pembangunan Berkelanjutan. Selama satu hari pada Jumat (12/02/2016), sebanyak 84 peserta simposium berkumpul di gedung Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya untuk memberikan kontribusi pada rancangan pembangunan berkelanjutan. Simposium ini diikuti oleh akademisi, instansi dan mahasiswa, baik sebagai penyaji maupun peserta.

Angka Gizi Buruk Masih Tinggi Meskipun Sudah Aman Pangan

Dikirim oleh oky_dian pada 12 Februari 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 164

Pakar ketahanan pangan FP UB Prof Nuhfil Hanani dalam seminar nasional di Ged FTP UB
Pakar ketahanan pangan FP UB Prof Nuhfil Hanani dalam seminar nasional di Ged FTP UB
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan RI tahun 2013 jumlah balita gizi buruk masih sebesar 19,6 persen. Padahal Indonesia merupakan salah satu negara yang aman pangan.

Pakar ketahanan pangan FP UB Prof Nuhfil Hanani dalam seminar nasional di Ged FTP UB, Jumat (12/2/2016) mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan angka gizi buruk di Indonesia masih relatif tinggi.

Salah satu faktor yang menyebabkan adalah tidak tercukupinya aspek ketersediaan pangan yang tergantung pada pendapatan atau income, harga, dan distribusi.

LP3 Inisiasi Pusat Kajian Konflik Sosial

Dikirim oleh siti-rahma pada 12 Februari 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 172

Workshop Kajian Konflik Sosial
Workshop Kajian Konflik Sosial

Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) UB, Kamis (11/2/2016), berdirinya Pusat Kajian Konflik Sosial. Acara yang dikemas dalam bentuk Workshop berjudul Kajian Konflik Sosial ini mengundang peserta TOT Kepemimpinan dan kebangsaan, para Wakil Dekan III serta dosen pemerhati konflik sosial di UB.

Rektor dalam sambutannya berharap agar Pusat Kajian ini tidak hanya membahas isu dalam negeri tapi juga luar negeri. Ini karena UB memiliki visi menjadi World Class University. Selain itu sangat dimungkinkan konflik di level internasional memiliki dampak di dalam negeri. Demikian disampaikannya pada workshop yang dilaksanakan di lantai VI kantor Pusat UB ini.

Hakekat Pelayanan Prima adalah Lebih Tepat, Cepat, Rapi dan Lebih Ramah

Dikirim oleh denok pada 12 Februari 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 180

Dalam pelayanan prima yang penting adalah bagaimana pelayanan diberikan lebih tepat, lebih cepat, lebih rapi dan lebih ramah. Lebih tepat diartikan bagaimana pelayanan tersebut benar konteksnya dan benar prosedurnya. Misalnya dalam membuat surat harus jelas maksudnya, benar redaksinya dan apabila direspon, benar pula prosedur dan disposisinya. Sehingga, surat-surat tidak ditangani oleh pejabat yang tidak punya kewenangan.

Ceramah Pelayanan Prima Oleh Tim Pencerahan di FP

Dikirim oleh denok pada 12 Februari 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 322

Pelayanan prima bagaikan Maradona bermain bola. Diibaratkan seorang tukang sapu jalan, jadilah ia sebagai tukang sapu bagaikan Maradona bermain bola dan Shakespeare membuat puisi. Ia menyapu jalan sedemikian hebatnya sehingga para penghuni surga berkata, "di sini hidup seorang tukang sapu yang menyapu begitu hebatnya sehingga semua orang terperangah". Demikian Djanalis Djanaid dalam orasinya dalam pencerahan di hadapan lebih dari 90 karyawan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) pada Rabu (10/2/2016) yang lalu.